Masih ingat ndak kata-kata dalam film G30S PKI, pada jaman Presiden Soeharto dulu “Darah itu merah Jendral”. Yok kita ganti kalimatnya menjadi “Hidup itu Keras, Kawan”. Pagi ini aku bangun kesiangan setelah semalam kita tidur cukup larut, karena masih ada kerjaan jam 02.00 pagi dini hari. Kebiasaan saya yang nggak bisa begitu saja memejamkan mata dan terlelap, membuat makin larut untuk tertidur.
Sebagai manusia, sering kali terlintas niat protes pada Tuhan karena disaat orang lain terlelap dalam buaian malam yang dingin membeku, saya masih terus kerja keras. Tapi kemudian jiwa ini terbentur pada dua pilihan sikap yaitu “mengeluh” atau “bersyukur”. Dua pilihan yang sama-sama mengandung resiko, ketika seseorang me”ngeluh”kan apa yang menimpa dalam hidupnya akan menarik aura negatif alam sekitar menuju kepadanya dan bisa dipastikan hari-hari berikutnya akan menjadi tidak semangat. Sikap pilihan kedua yaitu bersyukur dengan membisikan kata-kata “Terima kasih Tuhanku, telah memberi waktu lebih padaku untuk menikmati keindahan ciptaanMu, waktu-waktu istimewa dimana dalam saat seperti itu Engkau membuka tabir penghalang terkabulnya do’a-do’a.
Hidup itu keras, sobat dan hanya ada dua pilihan terus mengeluh dan menyalahkan keadaan atau bersyukur menerima keadaan dan terus berusaha untuk Sukses mewujudkan mimpimu, semua terserah anda.
Salam Hangat..
roi_elghifar.